MAKALAH METODE ILMIAH
PENGUMPULAN DATA
PENGUMPULAN DATA
Disusun Oleh
Adinan Sabil 1410401056
Ezha Syaffrida 1410401023
Aldo Erwangga 1410401045
Tiya Tri Utami 1410401065
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
2015
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayahnya, kepada
tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PENGUMPULAN
DATA.
Penulis menyadari bahwa
didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa
dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini
penulis mengaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang membantu dalampembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam
proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun
cara penulisannya.Namun demikian tim penulis telah berupaya dengan segala
kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik, oleh karena itu tim
penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan saran dan
usul guna menyempurnakan makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.......
|
Magelang, 13 September 2015
Penulis
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pengumpulan data dilakukan untuk
memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel
ditentukan oleh definisi operasional variabel yang
bersangkutan. Metode pengumpulan
data yang umum digunakan dalam suatu penelitian adalah : kuesioner, observasi, wawancara.
B.
RUMUSAN MASALAH
·
Apakah pengertian
dari metode penelitian ?
·
Apa sajakah metode
pengumpulan data ?
C.
BATASAN MASALAH
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka sangat perlu
dilakukan pembatasan masalah agar tidak terjadi pelebaran masalah. Adapun
masalah yang dikaji adalah tentang “ Metode Pengumpulan Data”
D.
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah agar pembaca
dapat mengetahui tentang metode pengumpulan data dalam penelitian.
BAB II
ISI
Metode
Pengumpulan Data
A.
Pengertian Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan salah satu
tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar
akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh
karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat
sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif (sebagaimana telah dibahas
pada materi sebelumnya). Sebab, kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam metode
pengumpulan data akan berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak credible,
sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian
demikian sangat berbahaya, lebih-lebih jika dipakai sebagai dasar pertimbangan
untuk mengambil kebijakan publik.
Misalnya, jika
peneliti ingin memperoleh informasi mengenai persepsi guru terhadap kurikulum
yang baru, maka teknik yang dipakai ialah wawancara, bukan observasi. Sedangkan
jika peneliti ingin mengetahui bagaimana guru menciptakan suasana kelas yang
hidup, maka teknik yang dipakai adalah observasi. Begitu juga jika, ingin
diketahui mengenai kompetensi siswa dalam matapelajaran tertentu, maka teknik
yang dipakai adalah tes, atau bisa juga dokumen berupa hasil ujian. Dengan
demikian, informasi yang ingin diperoleh menentukan jenis teknik yang dipakai (materials
determine a means). Itu pun masih ditambah dengan kecakapan peneliti
menggunakan teknik-teknik tersebut. Bisa saja terjadi karena belum berpegalaman
atau belum memiliki pengetahuan yang memadai, peneliti tidak berhasil menggali
informasi yang dalam, sebagaimana karakteristik data dalam penelitian
kualitatif, karena kurang cakap menggunakan teknik tersebut, walaupun teknik
yang dipilih sudah tepat. Solusinya terus belajar dan membaca hasil-hasil
penelitian sebelumnya yang sejenis akan sangat membantu menambah kecakapan
peneliti.
B.
Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua
yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh
peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah
data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data
yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel,
atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan
atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi
perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain
sebagainya.
C. Metode/jenis Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik
pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini
berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa
alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai
dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data
primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan
teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu
cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara,
pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul
Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa
alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka /
tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan
data yang biasa digunakan adalah wawancara, observasi dan angket.
1.
Wawancara
Wawancara merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung
antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel
besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin
menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik
wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian
kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
Ø Wawancara terstruktur artinya
peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari
responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis.
Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan
material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
Ø Wawancara tidak terstruktur
adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang
berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat
poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
2.
Observasi
Observasi merupakan salah satu
teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden
(wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian
ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam
dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Macam-macam observasi
Ø Observasi
Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti
secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang
diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku
siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar
guru, dsb.
Ø Observasi
Tak Berstruktur
Berlawanan dengan participant
Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut
secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola
pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat
dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah
peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak
sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam
peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik
observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
Ø Observasi Kelompok
Ialah pengamatan yang dilakukan
oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek
penelitian..
Manfaat Observasi
1.
Peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh.
2.
Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung.
3.
Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain.
4.
Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara.
5.
Peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden.
6.
Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti.
OBYEK OBSERVASI
1.
Space : Ruang dalam aspek fisiknya
2.
Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
3.
Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
4.
Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
5.
Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
6.
Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
7.
Time : Urutan Kegiatan
8.
Goal : Tujuan yang ingin dicapai
9.
Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang
TAHAPAN OBSERVASI
Observasi Deskriptif :
- Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas
- Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua
yang dilihat, semua yang didengar, dll.
- Observasi Terfokus :
- Observasi dipersempit pada aspek tertentu
- Observasi Terseleksi :
- Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh
data yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan
dan persamaan antar kategori
3. Angket/kuesioner
Angket / kuesioner adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik
pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup
besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono,
2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan
penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
- Isi dan
tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur
maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
- Bahasa
yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin
menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada
responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
- Tipe dan
bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya
jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup
maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Macam-macam
kuesioner
Ø Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai
sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.
Ø Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan
jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.
Ø Kuesioner kombinasi terbuka dan
tertutup
Dimana pertanyaan tertutup
kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.
Ø Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah
tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.
4. Dokumentasi
Dokumentasi berkaitan dengan suatu
kegiatan khusus berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebarluasan
suatu informasi.
Dokumentasi adalah
semua kegiatan yang berkaitan dengan photo, dan
penyimpanan photo.Pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dalam
bidang pengetahuan.kumpulan bahan atau dokumen yang dapat digunakan sebagai
asas bagi sesuatu kejadian, penghasilan sesuatu terbitan.
Arsip kliping surat, photo-photo dan
bahan rferensinya yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk melengkapi berita
atau karangan
Ø Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya
monumental yang lain.
Ø Dokumen yang dipilih harus memiliki kredibilitas yang
tinggi.
Pengunaan Dokumen
Menurut Guba dan Lincoln dalam dokumen
ialah setiap bahan tertulis maupun film yang tidak dipersiapkan karena adanya
permintaan seorang penyidik. Dokumen terdiri dari dokumen pribadi dan dokumen
resmi. Dokumen resmi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis
tentang tindakan, pengalaman dan kepercayaannya. Dokumen resmi terbagi dalam
dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal berupa memo,
pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan
dalam kalangan sendiri. Dokumen eksternal berisi bahan-bahan informasi yang
dihasilkan oleh suatu lembaga social, misalnya majalah, bulletin, pernyataan,
dan berita yang disiarkan kepada media massa.
Kelebihan dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data
1. Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara
adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya
jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si
penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide
(panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui
telpon.
Wawancara Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara tatap muka antara lain :
·
Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
·
Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan
baru
·
Bisa membaca isyarat non verbal
·
Bisa memperoleh data yang banyak
Sementara kekurangannya adalah :
·
Membutuhkan waktu yang lama
·
Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
·
Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
·
Pewawancara perlu dilatih
·
Bisa menimbulkan bias pewawancara
·
Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara via phone
Kelebihan :
·
Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
·
Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
·
Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan :
·
Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
·
Wawancara harus diusahakan singkat
·
Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak
terdaftar pun dihilangkan dari sampel.
2. Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi
langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan
menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan
tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika
pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
·
Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara
sistematik.
·
Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah
direncanakan.
·
Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan
proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian
saja.
Pengamatan dapat dicek dan
dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung
sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
Pertama. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat
hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut
berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data
yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera,
dantidak menggantungkan data dari ingatan seseorang;
Kedua. Pengamatan
langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi
secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek
tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik
karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan
langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah
diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam
mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.
3. Metode Kuesioner
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan
jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab
secara bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran kuesioner dapat
dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi,
melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan
kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun
hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika pemberiannya dilakukan
langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun kelemahannya adalah
organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan
kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
Contoh: bagaimana pendapat ibu mengenai kebersihan gigi anak ?
a.
Sangat Setuju dibersihkan
b.
Setuju dibersihkan
c.
Tidak setuju dibersihkan
d.
Tidak punya pendapat
Etika dalam Pengumpulan Data
Beberapa isu etis yang harus diperhatikan ketika
mengumpulkan data antara lain :
- Memperlakukan
informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan
menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
- Peneliti
tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian
kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari
penelitian kepada subjek dengan jelas.
- Informasi
pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika
hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus
diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan
alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan
penelitian.
- Apapun
sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak
boleh dilanggar
- Tidak
boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang
tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
- Dalam
study lab, subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan
eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
- Subjek
tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara
fisik maupun mental.
- Tidak
boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama study.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari paparan diatas adalah bahwa metode
pengumpulan data terbagi menajadi 3 yaitu kuesioner, observasi dan wawancara.
B.
Saran
Hendaknya para peneliti memperhatikan cara-cara mereka dalam mengambil metode yang akan digunakan dalam
penelitian mereka karena pemilihan metode yang tepat dalam penelitian akan
menentukan hasil dari penelitian tersebut.
Daftar Pustaka
Sumber Artikel Dari: